The
power of kepepet. Pernah dengar? Haha. Percaya?
Saya
percaya. Memang benar. Kepepet membuat yang tidak bisa jadi bisa. Sebenarnya ini
berhubungan dengan keyakinan kali ya? Dan keinginan kuat bercampur nekat.
Begini
kisahnya...
Sms
masuk
Adek
: udh dibndara. Jmpt k
Saya
: agk lm, tkt...
Saya
mengirim pesan itu tanpa yakin benar-benar akan menjemput atau tidak. Setelah beberapa
detik baru kemudian berpikir. “aduh, gimana?” menepuk jidat. Bertanya pada diri
sendiri.
Opsi
pertama : suruh teman jemput.
Tapi
opsi ini nggak mungkin banget. Tega gitu nyuruh akhwat boncengan ma ikhwan?
Opsi
kedua : suruh teman cowo jemput
Ini
juga nggak mungkin. Siapa yang mau dimintai tolong? Haduh!
Opsi
ketiga : suruh adek naik angkot.
Nggak
mungkin.... dia udah buat ultimatum bahwa nggak mau naek angkot. Huft!
Tersisalah
opsi ketiga : jemput sendiri.
Berpikir
sejenak. Ini mungkin. Hanya butuh sedikit keberanian. Sedikit? Serius Cuma sedikit?
Akhirnya
diambil keputusan jemput sendiri berbekal nekat dan wessssss sampailah di sana.
Alhamdulillah,
alhamdulillah smapai juga.
Hore!!!!
The power of kepepet ^_^
Inilah
yang terjadi.... ayo dicoba.... beranikan diri.... T
api
bukan untuk yang benar-benar baru belajar
ya!:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar