My Choice

Dihadapkan pada dua buah pilihan yang begitu rumit. Mengorbankan perasaan sebagai manusia. Mengorbankan nafsu. Mengorbankan sebuah impian. Mengorbankan diri tuk dicela. Sebab di sisi lain ada tuntutan tuk selalu mempertimbangakan sesuatu berdasarkan hukum syara’. Dia mengujiku. Memberikan apa yang selama ini kucitakan di saat ku tlah paham jalan mana yang seharusnya kuambil.
Diri ini, InsyaAllah tidak dengan berat hati melepasnya. Ini bukanlah kesempatan emas. Hanya sesuatu yang terlihat berkilau, namun ia rapuh dan akan berkarat kemudian.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar