Dulu,
aku ingin dunia mengenalku. Aku ingin dunia mengakui keberadaanku, betapa
inginnya hati menjadi seperti mereka.
Kini?
Tak lagi penting seberapa banyak orang mengenalku. Tak lagi penting mereka
mengakui keberadaanku atau tidak. Terpenting Rabb-ku selalu berada di sisiku. Mengakui
keberadaan dan apa yang kulakukan. Mendukungku, meridhaiku. Akulah yang harus
mengenalnya lebih jauh. Merapatkan diri. Kesuksesan sejati bukanlah di dunia
ini. Kesuksesan sejati adalah di hari akhir nanti. Yaitu saat Allah memutuskan
kita menempati jannah-Nya, bukan neraka yang menyala.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar