Apalah
arti sebuah nama?
Begitukah
kata orang? Judul film? Tidak. Bagiku sebuah nama sangatlah penting. Di sana
ada doa orang tua. Ada sebuah memori. Di sana ada rahasia. Ada sesuatu sehingga
orang tua memilihkan nama untuk sang buah hati. Berbanggalah akan sebuah nama. Nama
adalah hadiah ayah dan bunda saat kita hadir ke dunia.
Sebuah
nama adalah doa. Itu menurutku. Apakah nama yang salah jika seorang bernama X (nama seorang nabi) misalnya tumbuh menjadi seorang pencuri, perampok, penjambret, atau
bahkan murtadin? Untuk kasus terakhir ini saya tidak main-main. Tercengang melihat
nama seorang pendeta. Murtadin, yang tidak mengganti namanya. Astaghfirullahaladzim...
yang salah adalah orangnya. Kalian setuju kan? Seandainya saja ia berpikir. Sadar
atau tidak, sebuah nama terkadang menuntut kita untuk berkepribadian sesuai
makna nama yang kita sandang. Tapi bukan berarti nama yang kebetulan buruk
harus direalisasikan maknanya loh. Itu biasanya terjadi karena ketidaktahuan
orang tua saja. Sebenarnya ada jalan lain. Pakai saja nama tauriyah (nama
samaran). Tidak ada salahnya toh? Bukan berarti tidak menghargai orang tua. Bukan.
Ada sense tersendiri saat kita dipanggil dengan julukan yang indah.
Ada
saat-saat tertentu di mana saya termenung, betapa kedua orang tua menyayangi
anaknya. Memberikan sebuah nama, sebuah harapan. Menitipkan amanah. Entah berapa
banyak yang sudah saya tunaikan.
Saya
bersyukur teman..., orang tua mendukung jalan saya. Tapi tetap, setiap manusia
memiliki jenis ujian berbeda-beda.Teruntuk teman-teman yang harus menghadapi
penolakan orang tua atas jalan dakwah kalian, jangan pernah mundur selangkah
pun. Inilah konsekuensi yang harus kalian ambil. Life is choice. Setiap pilihan
memiliki resiko. Saat ini orang tua kalian marah, murka, mengabaikan kalian,
menentang habis-habisan. Namun, di sana
nanti kalian bisa tersenyum. Membalas jasa mereka dengan hadiah berupa surga. Aamiin.
Untuk
para calon orang tua. Wah, bicaranya kejauhan ya? Hehe. Tak apalah. Berilah nama
sang buah hati dengan penuh harapan dan doa. Banyak pilihan. Nama sahabat
rasulullah saw., ulama, para syuhada, atau sesuatu yagn indah dan mengandung
doa. Oh ya, hati-hati ya menggunakan nama para pemimpin. Bukan berarti tidak boleh.
Bagaimana kalau para pemimpin itu suatu saat mendapat image jelek di depan
publik? Hayo.... berabe kan urusannya. Hehe. Dikembalikan kembali kepada para
calon orang tua. Pasti tahulah yang terbaik untuk anaknya. *_*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar