Manusiawi
kan kalau kita “ingin” terhadap sesuatu. Tinggal bagaimana selanjutnya,
dipenuhi atau tidak. Gitu tho?
Kalau
sudah bicara keinginan gak bakal ada habisnya. Dari ke hari semakin beragam
muncul barang-barang yang ‘wow’ atau pun ‘wah’. Atau yang biasa aja pun bisa
masuk daftar ‘wants’ kalau belum dimiliki. Hehe.
Kalau
boleh jujur, ni nih beberapa hal yang saya inginkan. Sampai saat ini masih
sekedar ingin. Apa boleh buat tak kuasa memeluk gunung.
1. Tas
Barang yang satu ini bisa dibilang terkait erat
dengan wanita. Yah, siapa sih yang nggak butuh tas. Apalagi wanita yang emang dasarnya
banyak perlengkapan ini itu. Hehe. Untuk tas jalan, pengen banget sebenarnya
beli. Satuuuu aja. Bukan masalah harga, tapi ‘keawetan’. Cuman sepertinya harga
emang berbanding lurus dengan keawetan ya? Buktinya, tas seharga dua puluh ribu
yang saya beli di pasar malam harus rela ditusuk peniti. Apalagi coba kalau
bukan putus talinya. Haha. Emang nasib.
Tas lagi. Bedanya kali ini tas laptop. Butuh nggak
butuh ama tas yang satu ini. Butuh kalau udah bawaan segudang. Apalagi kalau
udah hujan. Mak nyusss. Tas kain siap melempem. Tanpa jas pula.
Huft. Lagi-lagi saya nyadar diri. Ini hanya sekedar
ingin, bukan butuh. Selagi ada akar, tak perlu saya cari rotan. Bersyukurlah, bersyukurlah.
2. Hp
Siapa sih yang nggak tahu hp? Dan kamu tahu kan,
sekarang lagi jamannya android, smartphone. Di mana-mana di kampus saya ketemu
kawan yang hp-nya cukup disentuh, digeser, digoyangin. Beuh! Sampai anak SD pun
nggak kalah. Ckckck. Sementara saya masih harus bersabar diri dnegan si nokia
layar injak. Hehe. terlalu sadis ya?
3. Sepatu
Hmmm, yang satu ini juga masik daftar. Sederhana aja
sih. Pingin punya sepatu yang tertutup semua gitu bagian depannya. Jadi kalau
hujan kaos kaki nggak basah. Jadi nggak perlu nyuci kaos kaki saban hari
gara-gara debu yang tercetak berpola karena sepatu karet saya bolong-bolong. Hiks.
4. Kos
Ih apa sih. Kos? Hmmm. Ya, sebenarnya udah lama
pingin cabut. But, sikonnya terlihat sangat nggak memungkinkan. Beruntung banget
saya rasanya dapat kos termurah di Samarinda. Air lancar, kemanan terjamin oleh
bapak kos, ibu kos pengertian (telat bayar nggak dimarah n nggak denda), plus
dah cocok ama tetangga-tetangga kamar. Hoho. Meski harus rela mengantri kamar
mandi n nyuci, turun naik tangga yang gelap. Hihi. Terkadang sport jantung
gegara si mouse nyebrang nggak tengok kanan kiri. It’s oke.
Yups.
Itulah empat dari sekian daftar keinginan saat ini. Sekali lagi tentu sekedar
ingin yah. Realisasinya entah kapan. Hingga segalanya tertuang di blog ini,
saya masih bersabar dengan apa yang ada. Wkwkwk. Santai aja, nggak perlu
memaksakan diri gitu. Di luar sana banyak yang jauh lebih menderita. Yang barangkali
keinginannya sekedar bisa makan tiga kali sehari.
Kejadian
bulan april lalu juga turut menyadarkan saya tentang kehilangan. Kehilangan mengajarkan
kita akan arti rasa sayang. Hehe. Kejadian yang tak pernah saya sayang. Dulu dengan
PD-nya yakin kalau HP butut saya nggak akan pernah hilang. Mana ada yang mau. Maling
pasti mikir dua kali tuk ngembat HP. Orang bodoh aja yang gila nekat ngambil HP
model itu.
Ckckck.
Tuhan berkehendak lain. Orang model gitu ternyata beneran ada. Sayalah korbannya.
Nekat atau memang butuh duit, ya biarlah, saya sudah ikhlaskan. Lucu memang. Kejadian
yang buat saya senyum-senyum sendiri sekaligus jengkel. HP dirampas saat lagi butuhnya tuk hub ortu. Huft. Ya sudahlah.
Pelajaran berharga. Sekecil apa pun milik kita emang harus dihargai ya?!
Orang
bilang penderitaan bisa menepa diri jadi lebih dewasa. Untuk itulah kita perlu
bertahan. Nggak perlu deh iri ama teman yang
punya ini dan itu. Belum tentu dia bahagia kan? Selama masih bisa hidup,
ya jalani aja.
Pernah
saya coba kalkulasikan pengeluaran ortu buat biaya kuliah saya. Jumlahnya funtastic
banget. Padahal saya mah udah ngerasa benar-benar berhemat. Tapi emang, biaya
perbulan sekitar satu jutaan, belum lagi semester baru. Ongkos pesawat, bayar
SPP pula. (Sekedar catatan, ortu nggak izinkan saya naik travel kalau nggak ada
teman. Apalagi kalau yang moloh sehari semalam. Nggak ada mahram nggak boleh. Paham
kan?)
Nah
karena hal-hal di atas itulah syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah, tetap
jalani hidup ini, melakukan yang terbaik (kok jadi nyanyi?). Bukan darurat,
silahkan lewat.
Salam
Sederhana Saya ^_^ #peace
Tidak ada komentar:
Posting Komentar