Ia

Hidayah memang tak bisa dipaksakan. Lagipula siapa aku baginya? Hanya satu di antara sekian banyak penggemarnya (dulu).
Ia sosok yang pernah kukagumi,
Ia yang membuatku iri
Ia pula yang membuatku bermimpi
Tapi, bangunan yang terlihat kokoh itu ternyata rapuh. Ia mempertanyakan..., agamanya? Mengapa harus Islam?Why?
Tak salah memang. Bahkan aku pun serasa baru mengenal islam di bangku kuliah. Di jamaah yang semoga aku tak akan pernah lepas.
Kini, yah... aku pun menjadi stalker. Mengintip facebook dan twitternya. Berharap semoga ia temukan hidayahnya. Kain yang pernah membalut indah mahkotanya, semoga kembali ia kenakan.
Tak pantas kucela ia, saudariku. Ia masih muslim. Semoga Allah menunjukkan jalan tuk kembali. Lalu berkaryalah lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar