Yang mereka sebut “cinta” selalu dapat
meruntuhkan, memutarbalikkan, membenar-benarkan..
Saat orang lain bilang ia egois, cinta
menganggap mereka terlalu melebihkan. Bukankah setiap orang pada dasarnya ingin
eksis?
Ketika orang bilang ia pemarah, cinta menganggapnya
bukan masalah
Ketika ia berbuat salah, cinta bilang
manusiaselalu bisa khilaf. Cinta “lagi-lagi” memaafkan.
Karena cinta..., sekedar bersitatap pun dapat
menjadi pemantik api, api cinta yang sejak awal berkobar, kini semakin besar
saja. Cinta membenar-benarkan dugaan, terkaan, padahal nyata sebuah kebetulan.
Ia tertawa, dan cinta mengartikan berbeda.
Dilebihkannya. Ia tertawa karena ada diriku, ia bahagia. Faktanya ia tengah
bercanda dengan kawan di hadapannya.
Karena cinta, segalanya jadi menarik. Bahkan
sekedar tahu apa hobi doi, atau sedang apa dia di waktu-waktu tertentu.
Segalanya merah jambu...
Itu kata mereka, tentang hal yang disebut
“cinta”. Benarkah itu cinta?
Bagiku..., cinta adalah.... aku tak mampu
mendefinisikannya. Jika ada, itu hanya sepatah dua patah kata. Atau kalimat
coba-coba. Ya, aku coba mendefinisikan cinta. Tapi apa?
Aku di sini sekarang. Ini adalah buah dari
Cinta Rabb-ku. Dengan skenario indah, ia merancang sebuah cerita. Akulah
pemeran utama dalam ceritaku. Begitu pun engkau kawan. Kaulah pemeran utama
dalam kisah hidupmu sendiri.
Aku begini sekarang... buah cinta sang Rasul.
Menunjukkan pada kita sebuah cahaya, ialah ISLAM.
Cinta juga adalah ummi, ibu, mamak, wanita
mulia dalam hidupku. Yang tak pernah sehari pun terlewatkan tanpa kutahu
kabarnya. “umi lagi apa?”, “umi, kangen”, “umi...”, dan terkadang hanya
sekedar “mi..........:(“
Apakah aku manja? Itu penilaian kalian. Tapi
kerinduan ini datang saban hari. Beruntung beliau bisa berkirim pesan untukku.
setidaknya rindu ini terobati sedikit, sedikit.
Aku cinta, love, saranghae, aishiteru,
uhibbuki fillah.... ibu.
Juga teruntuk saudari-saudariku di sana....
uhibbukum fillah.... semoga menjadi tetangga di surga.
Tulisan hari ini, bukan tuk rayakan hari yang
mereka sebut valentine. Tidak karena itu bukan hari rayaku. Tapi karena begitu
banyak yang membahas all about love,
valentine haram, cinta sebenarnya, jadilah aku pun terinspirasi. Hanya tulisan
pendek. Hanya ingin meluapkan hasrat tuk menulis hari ini.
Mari bersama wujudkan cinta sejati. Cinta pada
Ilahi Rabbi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar