Terkadang
ia menangis. Tersadar diri begitu pesimis, egois, penuh dengan rasa takut,
pengecut, benci, iri, malas, energi yang selalu terkuras.
Saat
itu ia ingin Rabb mengabulkan doanya sebagai seorang hamba
Tapi
Rabb selalu memiliki rencana yang lain. “Allah tidak akan mengubah nasib suatu
kaum sampai mereka mengubah diri mereka
sendiri.” Berusaha adalah jawaban. Spirit untuk berjuang sangatlah dibutuhkan.
Tidak ujug-ujug muncul kejaiban dari
langit. Ada proses yang harus ia lalui.
Maka,
ia pun menghapus tetes-tetes bening itu. Lega. Mengekspresikan diri juga perlu,
asal tidak berlebihan.
Teruslah
kau berusaha. Maksimalkan. Hasilnya?
Biar Allah yang menentukan. Mari terbang bersama mimpi kita. Dengan
harapan, hidup ini seindah pelangi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar