Mimpi



Terkadang ia menangis. Tersadar diri begitu pesimis, egois, penuh dengan rasa takut, pengecut, benci, iri, malas, energi yang selalu terkuras.
Saat itu ia ingin Rabb mengabulkan doanya sebagai seorang hamba
Tapi Rabb selalu memiliki rencana yang lain. “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka  mengubah diri mereka sendiri.” Berusaha adalah jawaban. Spirit untuk berjuang sangatlah dibutuhkan. Tidak ujug-ujug muncul kejaiban dari langit. Ada proses yang harus ia lalui.
Maka, ia pun menghapus tetes-tetes bening itu. Lega. Mengekspresikan diri juga perlu, asal tidak berlebihan.
Teruslah kau berusaha. Maksimalkan. Hasilnya?  Biar Allah yang menentukan. Mari terbang bersama mimpi kita. Dengan harapan, hidup ini seindah pelangi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar